Lagu Tema Usia 40

Saya menemukan lagu ini kurang lebih sehari sebelum saya berulang tahun yang keempatpuluh. Masya Allah. Saat saya baca dan renungkan arti lirik lagu ini, saya sangat merasa dekat dan 'terhubung.' Sungguh artinya menggambarkan apa yang saya rasakan di usia 40 ini.

Ya inilah lagu tema usia 40 buat saya. :)


Menyambut Usia 40

Alhamdulillah, kemarin tiba juga saya di usia 40. Saya tidak secara khusus merayakannya. Saya juga tidak secara khusus membuat target-target. Pun tidak ada perenungan mendalam. Tak ada yang khusus di hari itu selain beberapa sahabat dan kerabat yang mengucapkan selamat dan melayangkan doa. Terima kasih.

Menyambut usia 40, seperti yang saya ceritakan di sini, saya didera sakit. Memang hanya batuk pilek dan sedikit demam. Namun, rasanya beda. Karena saat sakit, sekujur tubuh saya terasa greges -- apa ya bahasa Indonesianya? Hahaha! -- beda dengan batuk pilek sebelum-sebelumnya. Bahkan saya memutuskan untuk ke dokter. Setelah meminum antibiotik dan antiradang, Alhamdulillah saya membaik.

Namun ternyata, saat tubuh greges itu, saya sedang PMS, sindrom pra menstruasi. Terang saja terasa lebih parah. Saya baru menyadarinya kemudian setelah haid datang.

Dan tepat sehari sebelum hari ulang tahun saya yang ke-40 kemarin, sekujur pinggang saya sakit dan kaku, jika digerakkan terasa sangat menyiksa. Tampaknya saat duduk di lantai untuk memfoto buku jualan saya terlalu kuat menghempaskan diri sehingga menyebabkan cedera otot di pinggang sebelah kiri yang berefek ke pinggang sebelah kanan. Rasanya 'nikmat' sekali. Tapi Alhamdulillah, hari ini sudah lebih banyak perbaikan.

Kini, saya pun merenungi semua. Memang, saya ingin usia 40 ini menjadi titik balik perubahan hidup saya, yang insya Allah, menuju perbaikan. Karena seperti nama blog ini, saya mendambakan pelangi di ujung masa. Karenanya, saya hanya berharap semoga semua rasa sakit ini merupakan hadiah istimewa dari Allah yang akan berbuah indah untuk dunia dan akhirat saya. Aamiin.

Foto dari SINI.

Usia 40: Kesehatan dan Ketahanan tubuh

Menjelang usia 40, kurang lebih sejak 2-3 tahun belakangan, saya dapat merasakan ada yang mundur dalam hal kesehatan dan ketahanan tubuh saya.

Dulu, bahkan hingga usia pertengahan 30-an, bergadang, tidak tidur semalam suntuk, saya kuat. Tinggal tenggak kopi dan siapkan cemilan. Beres! Bahkan saat kuliah, agar kuat belajar sepanjang waktu, saya mengkonsumsi minuman berenergi!

Oh ya, sesuai saran Bang Rhoma, saya bergadang karena ada perlunya. Pekerjaan saya menuntut saya bergadang. Bukan, saya bukan dalang. Saya penulis skenario sinetron stripping. Lapangan, kru, sutradara, dan para aktor/aktris menunggu kiriman skenario saya. Dan bukan, saya bukan penulis utamanya, atau bahasa kerennya Head Writer-nya. Saya hanya co-writer dan kadang juga menjabat (aih, menjabat) sebagai supervisor skrip.

Tapi, semenjak menyadari betapa performa kesehatan dan ketahanan tubuh saya menurun, saya fokus hanya menulis skenario, dan dengan beribu maaf, saya menolak menjadi supervisor.

Masalahnya, sekarang ini memang ada sedikit tambahan dari bos untuk mengecek continuity cerita dan sekelumit pekerjaan perintilan lainnya. Saya jalani saja. Tapi ternyata memang tubuh saya sudah mulai soak kalau kata orang Betawi. Hehe...

Sejak Selasa minggu lalu, saya terpapar virus batpil. Awalnya saya pikir akan segera sembuh seperti sebelumnya. Namun tuntutan pekerjaan sedang tinggi, sehingga saya mengurangi jam tidur saya. Dan benar saja, bukannya sembuh, saya malah tambah sakit.